Menjaga Kesucian Rumah Doa: Polsek Polen Gelar "Minggu Kasih" dan Bahas Bahaya Bullying di Gereja Solafide

Menjaga Kesucian Rumah Doa: Polsek Polen Gelar


​Tribratanewstts.com – Suasana khidmat ibadah Minggu di Gereja Solafide Polen, Desa Puna, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), terasa semakin bermakna pada Minggu (18/10/2026)pagi. Seusai ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Desy Kaesmetan, S.Th., jajaran Polsek Polen Polres Timor Tengah Selatan menyapa hangat ratusan jemaat dalam program dialog interaktif bertajuk "Minggu Kasih".
​Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Polen IPTU Arif Fachrudin, KASPKT I AIPDA Imanuel Missa, S.H., serta diikuti sekitar 100 jemaat Gereja Solafide Polen dan 20 tamu jemaat ibu-ibu dari Gereja Imanuel Oepura Kupang.
​Dalam pertemuannya dengan jemaat, Kapolsek Polen mengusung isu sosial yang sangat krusial namun sering terabaikan di lingkungan keagamaan, yaitu Perundungan (Bullying).
​IPTU Arif Fachrudin mengingatkan bahwa aksi perundungan tidak hanya terjadi di sekolah atau media sosial, tetapi bisa menyusup halus ke dalam lingkungan gereja. Beliau membedakan bentuk-bentuk bullying yang perlu diwaspadai bersama:
​Bentuk Verbal: Mengejek cara pelayanan, keadaan fisik, hingga status ekonomi sesama jemaat.
​Bentuk Sosial: Sikap mengucilkan, sengaja tidak melibatkan seseorang dalam kelompok doa, hingga menyebarkan gosip di WhatsApp Group (WAG) jemaat.
​Bentuk Siber (Cyberbullying): Menuliskan komentar jahat di grup komunikasi gereja atau mengunggah foto orang lain tanpa izin.
​Bentuk Spiritual: Merasa diri paling rohani lalu merendahkan atau menganggap remeh tingkat keimanan jemaat lainnya.
​"Rumah ibadah harus menjadi tempat yang paling aman dan penuh kasih bagi siapa saja. Jangan sampai ada tindakan perundungan—baik lisan, sosial, maupun spiritual—yang melukai hati sesama saudara seiman," pesan IPTU Arif Fachrudin di hadapan jemaat.
​Kegiatan Minggu Kasih yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan ini berakhir pukul 09.45 WITA dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam merawat toleransi, kedamaian, serta mewujudkan situasi kamtibmas yang harmonis melalui kemitraan erat antara