Sinergi Polri dan Tokoh Agama: Kapolres TTS dan Ketua Klasis Amanuban Selatan Pastikan Situasi Desa Bena dan Oebelo Kondusif.

Sinergi Polri dan Tokoh Agama: Kapolres TTS dan Ketua Klasis Amanuban Selatan Pastikan Situasi Desa Bena dan Oebelo Kondusif.

Tribratanewstts.com — Mengantisipasi eskalasi konflik berlanjut dan memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS), AKBP Kristiyan Beorbel Martino, S.H., S.I.K., M.M., CLEM, turun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) penganiayaan dan pengerusakan di Desa Bena serta Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Jumat (31/7/2026).

Langkah persuasif dan respons cepat ini dilakukan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres TTS dan Kapolsek Amanuban Selatan untuk memastikan penanganan hukum berjalan objektif sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Kapolres TTS beserta rombongan tiba di Gereja GMIT Son Tetus Oe'tene. Di lokasi tersebut, AKBP Kristiyan memimpin apel pengecekan dan memberikan arahan kepada seluruh personel Polres TTS yang ada.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme, keselamatan diri, dan pendekatan yang humanis dalam setiap tindakan pengamanan.

"Utamakan keselamatan diri dan tim, hindari tindakan yang memicu eskalasi, serta kedepankan pendekatan persuasif. Kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah untuk memberikan rasa aman. Laporkan setiap perkembangan secara berjenjang agar potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat," tegas Kapolres TTS di hadapan personel.

Usai memberikan arahan, rombongan Kapolres bergerak meninjau lokasi mess pekerja konstruksi cetak sawah di Base Camp CSR Desa Bena yang menjadi salah satu titik terjadinya tindak pidana.

Guna memutus rantai potensi aksi balasan, Kapolres TTS melanjutkan agenda penanganan dengan menyambangi Kantor Klasis Amanuban Selatan untuk bersilaturahmi dengan Ketua Klasis Amanuban Selatan, Pdt. Yorim Kause, S.Th.

Dalam pertemuan hangat tersebut, Kapolres menegaskan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan terus berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun, pihak kepolisian juga membuka ruang bagi penyelesaian secara damai melalui pendekatan adat dan dialog jika disepakati oleh kedua belah pihak.

"Kami memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kami mengimbau agar warga tidak mudah terprovokasi atau melakukan aksi main hakim sendiri yang justru memperpanjang konflik. Percayakan penuh penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum," ujar AKBP Kristiyan.

Sambut hangat kedatangan rombongan, Pdt. Yorim Kause, S.Th. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan respons cepat jajaran Polres TTS. Pihaknya menegaskan komitmen gereja dan tokoh masyarakat untuk mendukung penuh proses hukum serta aktif meredam situasi di tingkat tapak.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kepolisian secara profesional. Kami bersama para tokoh adat dan orang tua yang dituakan terus berupaya mengedukasi warga agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ungkap Pdt. Yorim Kause.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja dan penanganan konflik wilayah hukum Polsek Amanuban Selatan berlangsung dengan aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, personel Polres TTS tetap disiagakan di titik-titik rawan guna mengantisipasi gangguan Kamtibmas susulan.