Project Inovasi Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Kualin, Kapolres: Polsek Jajaran Polres TTS Wajib Membuat Pekarangan Bergizi

Project Inovasi Pekarangan Pangan Bergizi Polsek Kualin, Kapolres: Polsek Jajaran Polres TTS Wajib Membuat Pekarangan Bergizi

Tribratanewstts.com – Dalam rangka peninjauan langsung inovasi kreatif pangan percontohan serta Unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah dibina oleh Polsek Kualin, Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen.,S.H.,S.I.K.,M.H melaksanakan apel bersama para bhabinkamtibmas jajaran Polres TTS dan juga diikuti oleh Waka Polres TTS KOMPOL Ibrahim, SH, Pejabat Utama (PJU) Polres TTS serta Para Kapolsek jajaran Polres TTS di Mapolsek Kualin, pada Sabtu (14/03/2026) pagi. Kehadiran para jajaran ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program inovasi dan pengembangan ekonomi masyarakat yang digawangi oleh Polsek Kualin.



Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan apel bersama yang dilakukan di halaman pekarangan pangan bergizi milik Polsek Kualin. Setelah seluruh personil terkumpul dan apel berlangsung dengan khidmat, Kapolres TTS memberikan arahan penting yang menjadi pijakan bagi seluruh jajaran dalam mengembangkan program serupa di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, AKBP Hendra Dorizen, S.H.,S.I.K.,M.H menyoroti bagaimana Polsek Kualin berhasil memanfaatkan lahan tidur yang semula berupa hutan dan semak belukar menjadi pekarangan pangan bergizi yang menghasilkan berbagai jenis sayur mayur seperti tomat, kacang tanah, dan buncis. 

"Pada hari ini kita melaksanakan apel bersama di pekarangan pangan bergizi dengan tujuan agar kita bisa mencontohi Polsek Kualin bagaimana memanfaatkan lahan dengan keterbatasan kondisi lahan berpasir dan keterbatasan air untuk ditanami sayur mayur. Hal ini merupakan inovasi kreatif yang patut kita contoh bersama," ujar Kapolres TTS.

Selain itu, Kapolres juga menekankan bahwa tidak ada alasan untuk tidak berinovasi, mengingat lahan yang semula tidak produktif kini telah memberikan manfaat bagi lingkungan Polsek dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. 

"Saya memerintahkan seluruh Kapolsek jajaran wajib membuat pekarangan bergizi di Polsek masing-masing, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada, sehingga kedepannya masyarakat dapat mengambil contoh dari pekarangan polsek yang telah dilaksanakan," tegasnya.

Salah satu poin penting dalam arahan Kapolres adalah upaya peralihan mata pencaharian masyarakat yang selama ini mengelola nira menjadi miras lokal (sopi) menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi seperti gula lempeng, gula merah, atau gula semut. 

"Polsek Kualin telah melakukan perwujudan Kamtibmas dengan cara persuasif mengajak masyarakat beralih dari produksi sopi ke gula lempeng, dan hal ini telah terbukti memberikan manfaat. Hal ini menjadi motivasi bagi jajaran Polres TTS untuk menghimbau masyarakat agar beralih ke komoditas positif," jelas Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan bahwa peralihan produksi sopi menjadi produk gula dapat menekan angka kriminalitas di Kabupaten TTS, mengingat sebagian besar kasus tindak pidana dan pelanggaran terjadi akibat faktor konsumsi miras. Selain itu, Kapolres juga menyampaikan rencana untuk mengembangkan UMKM berbasis produk laut seperti ikan asap, mengingat ada tiga Polsek jajaran yang berada di pinggiran pantai yang memiliki potensi besar dalam sektor ini. 

"Berbagai upaya inovasi kreatif untuk peningkatan UMKM masyarakat sangat penting, karena apabila ekonomi suatu daerah efektif, tingkat kriminalitas akan menurun. Ini bukan hanya tugas pemerintah, namun juga tugas utama Kepolisian," tambahnya.

Setelah memberikan arahan Kapolres TTS beserta jajaran didampingi oleh Kapolsek Kualin Ipda Diknas Alosio, S.H dan Bhabinkamtibmas melakukan peninjauan langsung terhadap project inovasi pekarangan pangan bergizi Polsek Kualin. Lokasi yang terletak di lahan milik Polsek ini menunjukkan bagaimana upaya kreatif dapat mengatasi keterbatasan kondisi tanah yang berpasir dan keterbatasan pasokan air untuk menanam berbagai jenis sayur mayur.

Selama peninjauan, Kapolres melihat secara langsung kondisi tanaman yang tumbuh dengan baik, serta mendengar penjelasan dari personil Polsek Kualin mengenai cara pengelolaan lahan dan sistem penyiraman yang digunakan. Kapolres menyatakan apresiasi tinggi terhadap upaya ini dan mengingatkan agar model ini dapat diadopsi oleh seluruh Polsek di wilayah TTS.


Kemudian rombongan melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan ke lokasi UMKM masyarakat lokal berupa pengrajin ikan asap milik ibu Yumita Sumilat yang beralamat di RT.005/RW.002, Desa Oni, Kecamatan Kualin. Selama kunjungan, Kapolres TTS melakukan dialog langsung dengan ibu Yumita terkait proses pengelolaan, cara memasak ikan, kemasan produk, serta sasaran pendistribusian penjualan ikan asap yang dihasilkan.


Ibu Yumita Sumilat menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan dukungan yang diberikan oleh Polres TTS dan Polsek Kualin. 

"Ucapan limpahan terimakasih atas kunjungan yang telah meluangkan waktu untuk mengunjungi lokasi produksi ikan asap kami yang sederhana ini. Semoga kedepannya usaha kami menjadi produk unggulan. Kami juga berterima kasih kepada Kapolsek Kualin dan anggota beserta Bhabinkamtibmas yang selalu memberikan dukungan dan motivasi sehingga kami tetap bisa mengembangkan usaha ke berbagai daerah," ujarnya dengan penuh harapan.


Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha ini, Kapolres TTS menyatakan bahwa pihak Polres TTS akan memberikan sumbangan berupa alat pendingin atau freezer kepada pengrajin ikan asap tersebut, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan daya simpan produk, serta memperluas jangkauan pemasaran.

Tidak berhenti sampai di situ, bersamaan dengan kunjungan ke UMKM ikan asap, rombongan juga melakukan kunjungan ke lokasi kelompok tani Mentari yang diketuai oleh Bapak Yulius Ga, beralamat di RT.019/RW.008, Desa Kualin, Kecamatan Kualin. Dalam kesempatan ini, Kapolres TTS melakukan dialog dengan Bapak Nando Namo Praing selaku pemilik lahan pertanian kelompok tani Mentari terkait proses pengolahan tanah, penanaman, kualitas bibit, sistem pendistribusian penjualan, serta kendala yang dihadapi oleh kelompok tani.

Bapak Nando Namo Praing menjelaskan bahwa lahan pertanian seluas sekitar 1 Ha yang menjadi binaan Polsek Kualin digunakan untuk menanam kacang panjang dan buncis. Namun, kelompok tani ini menghadapi beberapa kendala antara lain permodalan yang terbatas, minimnya peralatan pertanian, dan kurangnya dukungan dari pihak luar. 

"Kami ucapkan terimakasih atas kunjungan dan kehadiran Bapak Kapolres TTS beserta jajaran. Dengan harapan kedepannya Polres TTS melalui Polsek Kualin terus mendukung dan membantu kami dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres TTS menyampaikan dukungan penuh dan berjanji akan mengupayakan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa kultivator untuk membantu percepatan dan peningkatan produksi pertanian kelompok tani Mentari.

Berlanjut kelokasi berikutnya, Kapolres TTS beserta jajaran berkunjungan ke kelompok pengrajin gula lempeng yang berlokasi di RT. 017/RW.006 Desa Toineke, Kecamatan Kualin. Di lokasi ini, Kapolres meninjau langsung proses produksi gula lempeng, mulai dari pengolahan pohon tuak hingga pembuatan gula lempeng, serta sistem pendistribusian penjualan produk yang dihasilkan.

Ibu Maria Aoetpah selaku anggota kelompok pengrajin gula lempeng menyampaikan cerita perjalanan kelompok ini yang dulunya merupakan kelompok penyuling miras sopi. 

"Ucapan terimakasih dari kami kelompok pengrajin gula lempeng dan masyarakat Toineke atas kehadiran Bapak Kapolres TTS beserta jajaran. Dulunya kami adalah penyuling miras sopi, namun berkat larangan pemerintah dan Kepolisian serta dukungan dan motivasi dari Polsek Kualin, kami kini beralih untuk memproduksi gula lempeng dan gula cair," jelasnya.

Ibu Maria juga menjelaskan bahwa kelompok pengrajin gula lempeng ini baru terbentuk sehingga belum memiliki nama maupun merk dagang. Rata-rata, setiap anggota mampu memproduksi sebanyak 200 – 300 lempeng per hari, dengan harga jual 4 buah seharga Rp. 2.000, sehingga pendapatan rata-rata harian setiap anggota mencapai antara Rp. 100.000 hingga Rp. 200.000. Namun, kelompok ini masih menghadapi kendala minimnya fasilitas dan sarana prasarana, serta belum memiliki ijin usaha maupun merk dagang resmi dari pemerintah. 

"Kami mengharapkan bantuan dari Bapak Kapolres TTS untuk mendukung kami dalam mengatasi kendala ini," tambahnya.


Menanggapi keluhan dan harapan tersebut, Kapolres TTS menyatakan dukungan penuh terhadap kelompok pengrajin gula lempeng desa Toineke sebagai bentuk upaya peralihan komoditi masyarakat dari produksi miras menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi. 

"Kedepannya, pihak Polres TTS akan berupaya untuk mendaftarkan kelompok ini ke Pemerintah Daerah Kabupaten TTS agar produk ini lebih dikenal masyarakat umum, yang pastinya akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan bagi anggota kelompok serta masyarakat Toineke," ujar Kapolres.

Sebagai bentuk nyata dukungan, komitmen, dan apresiasi, Kapolres TTS bersama jajaran menyerahkan bantuan berupa alat masak seperti panci, priuk, dan ember kepada ibu Maria Aoetpah, serta memberikan uang pembinaan untuk pembelian peralatan produksi utama yang dibutuhkan oleh kelompok pengrajin.


Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian peninjauan, Kapolres TTS memberikan pengarahan dan konsolidasi kepada seluruh jajaran dan Bhabinkamtibmas yang hadir. Dalam pengarahan tersebut, Kapolres menyampaikan terima kasih yang mendalam atas partisipasi dan kerja sama yang diberikan selama kegiatan berlangsung. 

"Terimakasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan hari ini, semoga kegiatan ini berdampak positif bagi kita semua dan dapat ditiru serta dilaksanakan di wilayah masing-masing," ujarnya.

Kapolres juga menegaskan agar seluruh Kapolsek jajaran segera menindaklanjuti percontohan inovasi kreatif yang telah dilakukan oleh Polsek Kualin, terutama dalam hal peralihan produksi miras lokal menjadi gula lempeng atau produk komoditas lain yang lebih bermanfaat. 

"Saya mengharapkan adanya hasil nyata dari upaya yang akan dilakukan oleh masing-masing Polsek dalam waktu dekat," tegasnya.

Rangkaian kegiatan apel bersama dan peninjauan inovasi kreatif pangan serta UMKM binaan Polsek Kualin berjalan dengan aman, lancar, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penurunan angka kriminalitas di Kabupaten TTS.