Kapolres TTS Ikuti Napak Tilas 104 Tahun Kota Soe, Kenang Jejak Sejarah Perpindahan Pusat Pemerintahan

Kapolres TTS Ikuti Napak Tilas 104 Tahun Kota Soe, Kenang Jejak Sejarah Perpindahan Pusat Pemerintahan

Tribratanewstts.com — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar kegiatan Napak Tilas Perpindahan Pusat Pemerintahan dari O’besi ke Kota Soe dalam rangka memperingati HUT Kota Soe ke-104, Senin (31/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengenang kembali perjalanan sejarah terbentuknya Kota Soe sebagai pusat pemerintahan Kabupaten TTS.

Kegiatan dihadiri Bupati TTS Edward Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H., Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino, S.H., S.I.K., M.M., CELM., Ketua DPRD TTS Mordekai Liu, Dandim 1621/TTS Letkol Czi Ari Setiawan Wibowo, Wakil Bupati TTS Johny Army Konay, S.H., M.H., Sekda TTS Drs. Seperius E. Sipa, M.Si., Wakil Ketua I DPRD TTS Yoksan Benu, A.Md., serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

Turut hadir para staf ahli Bupati, para asisten, pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, Kapolsek Mollo Utara IPTU Alwin L. Ruku, para camat se-Kabupaten TTS, para kepala desa se-Kecamatan Mollo Utara, ASN dan PPPK serta tamu undangan lainnya.


Mengenang Sejarah Perpindahan Pusat Pemerintahan

Rangkaian kegiatan diawali dengan Bupati TTS bersama rombongan yang diterima di Sonaf Ajaobaki, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Stansi Polisi. Selanjutnya rombongan mengunjungi lokasi eks kantor dan rumah controleur Mr. Telep di Puskesmas Lama Kapan.

Dari lokasi tersebut, bertempat di Puskesmas Lama, Desa O’besi, Kecamatan Mollo Utara, dilaksanakan upacara pelepasan Napak Tilas Perpindahan Pusat Pemerintahan dari O’besi menuju Kota Soe.

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Bupati TTS menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan secara fisik, tetapi merupakan momentum untuk kembali mengingat sejarah perjuangan para pendahulu dalam membangun TTS.

“Kita sedang melintasi lorong waktu, mengingat kembali sebuah sejarah ketika pemerintahan TTS dipindahkan dari O’besi ke Kota Soe.”

Menurutnya, O’besi merupakan pijakan awal perjalanan pemerintahan di wilayah TTS. Sementara perpindahan menuju Soe menjadi langkah strategis yang kemudian menjadikan Kota Soe sebagai pusat pemerintahan sekaligus simpul pemersatu masyarakat TTS.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat sejarah dan menghargai perjuangan para pendahulu.

“Sejarah bukan hanya cerita tentang masa lampau. Sejarah merupakan cerita yang harus dikenang karena merupakan bagian dari kebangkitan dan kemajuan TTS,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kota Soe yang dikenal saat ini tidak tumbuh dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan.

Karena itu, generasi saat ini diharapkan tidak melupakan sejarah dan terus melanjutkan pembangunan TTS dengan semangat perjuangan para pendahulu.

Kepada masyarakat dan pemerintah Kecamatan Mollo Utara, Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam menjaga serta merawat berbagai peninggalan sejarah.

Usai amanat, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan prosesi pelepasan rombongan untuk memulai perjalanan napak tilas.

Berjalan Kaki Menyusuri Jejak Sejarah

Rombongan mengunjungi mata air Midel Coop yang berada di samping Gereja Ebenhaezer Kapan. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan prosesi Natoni pelepasan oleh masyarakat Mollo Utara sebagai simbol perpindahan pusat pemerintahan dari O’besi/Kapan menuju Kota Soe.

Rombongan tiba di Puskesmas Binaus, Kecamatan Mollo Tengah, untuk beristirahat dan makan siang. Dari Cabang Kapan, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pohon Beringin di samping SMA Efata Soe.

Karnaval HUT Kota Soe Ditiadakan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati TTS juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sebelumnya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan karnaval dalam rangka HUT Kota Soe.

Berdasarkan pertimbangan bersama Forkopimda, kegiatan karnaval tersebut ditiadakan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat Flores yang sedang berduka akibat bencana alam.

Menurut Bupati, keputusan tersebut merupakan bentuk keprihatinan pemerintah dan masyarakat TTS terhadap kondisi saudara-saudara di wilayah Flores.

Seluruh rangkaian kegiatan Napak Tilas Perpindahan Pusat Pemerintahan dari O’besi ke Kota Soe dalam rangka memperingati HUT Kota Soe ke-104 berakhir dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

#Polresttsdiberkatiuntukmemberkati