Polres TTS Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80
Tribratanewstts.com – Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat" ini berlangsung di Lapangan Apel Polres TTS pada Rabu (01/07) pagi pukul 08.00 WITA.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H., dengan Komandan Upacara IPDA FahruRozi, dan Perwira Upacara IPTU Alwin Leonardus Ruku.
Upacara ini dihadiri oleh jajaran penting Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten TTS serta tamu undangan kelembagaan, antara lain Wakil Bupati TTS Jhoni Army Konay S.H., M.H, Perwakilan Kodim 1621 TTS Pasi Pers Kapten Inf. Syarif Rahman, Kajari TTS Dr. Alfian Bombing S.H., M.H, Ketua PN Soe Gustav Bless Kupa S.H, Wakil Ketua 1 DPRD TTS Yoksan Benu A.Md., Ketua PA Soe Dani Haswar, S.H., M.H, Danyon TP 929/MMM Soe Mayor Inf. Andy Baso, S.Tr. Han, Sekda TTS Drs. Seperius Edison Sipa M.Si dan turut hadir Ketua TP PKK Kab. TTS, Ketua Bhayangkari cabang TTS Ny. Mumul Dorizen beserta pengurus, Ketua Persit KCK Kodim 1621/TTS, Ketua Dharma Wanita, para tokoh agama, tokoh masyarakat, purnawirawan, serta sesepuh Polri.
Dalam upacara tersebut, Kapolres TTS selaku Inspektur Upacara membacakan amanat tertulis dari Presiden Republik Indonesia. Dalam amanatnya, Presiden menyampaikan apresiasi tertinggi atas kerja keras dan pengorbanan seluruh personel Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.
"Tema '80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat' mengandung makna bahwa seluruh perjalanan pengabdian Kepolisian bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujar Kapolres TTS.
Presiden juga menekankan beberapa poin krusial yang harus dihadapi Polri ke depan yaitu dinamika Geopolitik Global, Polri dituntut siap mengantisipasi dampak ketidakpastian global, perang siber, hingga kejahatan transnasional.
Polri dinilai sukses mengawal agenda strategis, seperti dukungan program makan bergizi gratis (pembangunan 1.179 unit SPPG), optimalisasi 651.196 hektare lahan jagung untuk swasembada pangan, pemberantasan judi online dan narkoba, hingga pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Undang-Undang Polri yang baru harus dijadikan momentum pembenahan internal dan operasional agar Polri bergerak secara prediktif dan adaptif.
Di akhir amanat, Presiden memberikan 5 instruksi utama kepada jajaran Kepolisian yaitu memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalitas penegakan hukum, memperkuat kapasitas SDM di era digital, meningkatkan fleksibilitas organisasi, serta memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik.
Upacara berjalan megah dengan barisan pasukan yang terdiri dari berbagai unsur lintas sektoral, meliputi 1 Pleton Kodim 1621 / TTS, 3 Pleton internal Polres TTS (Sat Samapta, Sat Lantas, dan Staf), 1 Pleton Sat Intelkam, 1 Pleton Sat Reskrim, Narkoba, & Tahti, 1 Pleton Sat Pol PP, 1 Pleton Dinas Perhubungan Kab. TTS dan 1 Pleton Senkom dan Banser TTS.
Rangkaian upacara ditutup dengan menyanyikan lagu Himne Polri pada pukul 09.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Setelah sesi foto bersama selesai, seluruh tamu undangan dan personel diarahkan menuju Aula Tribrata Polres TTS untuk mengikuti acara syukuran bersama.

Humas Polres Timor Tengah Selatan

