Diduga Terseret Arus Pantai Oetune 5 Hari Tim Gabungan Polres TTS Dan SAR Lakukan Pencarian
Tribratanewstts.com- Seorang Nelayan asal Desa Kele Kecamatan Kuanfatu Kab TTS dilaporkan hilang didiga terseret arus laut di perairan pantai Oetune Kecamatan Kualin Kab TTS, Tim Gabungan Polres TTS , Polsek Kualin, Basarnas Provinsi NTT begitu mendapat laporan langsung terjun ke lokasi melakukan pencarian sejal Jumat 13 Februari 2026 hingga Senin 16 Februari 2026 hari ini korban belum ditemukan.
Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K.,M.H melalui Kabag Ops AKP Agus H D Solle didpingi Kasat Samapta Iptu Sunaryo.SH, dan Kapolsek Kualin Ipda Inasius Aoliso.SH, menjelaskan bahwa korban di ketahui bernama Yomri Tenis (40) warga Rt 12 Rw 06 Dusun 03 Desa Kele Kecamatan Kuanfatu Kab TTS dilaporkan pada Kamis 12 Februari 2026 lalu sekira pukul 17:00 Wita korban sempat menghubungi keluarganya melalui sabungan telepon seluler handphone bahwa mesin perahu yang digunakan mengalami kerusakan saat berada di perairan Pantai Oetune." Jelas Kabag Ops.
Selanjutnya dalam komonikasi terakhir tersebut korban mengaku jika perahunya hanyut terbawah arus akibat mesin mati, setelah itu korban tidak dapat dihubungi kembali, sehingga keluarga mersama rekan nelayan setempat melakukan pencarian secara mandiri sejak 12 Febduari 2026 hungga 13 Februari 2026 lalu namun upaya tersebut belum membuahkan hasil." Katanya.
Pada Jumat 13 Februari 2026 sekira pukul 23:15 Wita keluarga melalui Apriyanto Sun resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kualin sehingga berdasarkan laporan tersebut Aparat Polsek Kualin berkordinasi dengan Aparat Polres TTS dan Basarnas Provinsi NTT, Pemerintah Kecamatan Kualin, BPBD TTS sebagai upaya tindak lanjut." Tambahnya.
Tim Gabungan Polres TTS , Polsek Kualin, Basarnas Prov NTT, BPBD TTS , Pemerintah Kecamatan Kualin dipimpin Kabag Ops AKP Agus H D Solle bersama masyarakat dan nelayan lokal setempat mulai melakukan pencarian dengan metode penyisiran sepanjang Pantai Oetune menuju Muara Toineke mengikuti arah arus dan gelombang laut namun korban belum ditemukan." Ujar Kabag Ops Agus Solle.
Upaya pencarian oleh tim gabungan hingga hari ke 5 Senin 16 Februari 2026 saat ini korban belum juga di temukan kendati demikian tim gabungan memastikan pencarian akan terus dilakukan dan dilanjutkan sesuai prosedur operasi Basarmas hingga korban diketahui dan ditemukan keberadaannya." Tutup Kabag Ops AKP Agus H D Solle.

Humas Polres Timor Tengah Selatan

