Siap Amankan Perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres TTS Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026
Tribratanewstts.com – Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (Polres TTS) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Perayaan Idul Fitri 1447 H di lapangan apel Polres TTS, Kamis (12/03/2026)
Apel yang berlangsung khidmat di lapangan Apel Polres TTS pada pukul 08.00 Wita ini dipimpin langsung oleh Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K, M.H. Kegiatan ini menandai kesiapan jajaran Polres TTS beserta seluruh stakeholder terkait dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri yang aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Hadir dalam apel tersebut berbagai tokoh penting daerah, di antaranya Bupati Kabupaten TTS, Eduard Markus Lioe, S.IP, SH. MH., Ketua Pengadilan Negeri Soe, Gustav Bles Kupa, S.H., M.H., serta perwakilan dari Kepala Dinkes Kabupaten TTS, Kepala Jasa Raharja Kabupaten TTS Oktavianus Alexander Kopa S.Pd, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten TTS, dan Kasat Pol PP Kabupaten TTS. Para Pejabat Utama (PJU) Polres TTS juga turut hadir.
Apel gelar pasukan ini melibatkan berbagai kesatuan, menunjukkan sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kesatuan yang terlibat meliputi 1 Peleton Anggota Kodim 1621 TTS, 1 Peleton Sat Samapta Polres TTS, 1 Peleton Sat Lantas Polres TTS, 1 Peleton Staf Polres TTS, 1 Peleton Sat Intelkam, Sat Narkoba dan Sat Reskrim Polres TTS, serta masing-masing 1 Regu dari Pol PP Kabupaten TTS, BPBD Kabupaten TTS, Dishub Kabupaten TTS, Senkom Kabupaten TTS, dan Banser Kabupaten TTS.
Dalam amanatnya, Kapolres TTS menyampaikan pentingnya apel gelar pasukan sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana. Beliau juga menyoroti kondisi global yang sedang bergejolak, seperti konflik Israel-Palestina serta Israel-Amerika Serikat dan Iran, yang berimplikasi pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.
Kapolres menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga komoditas, inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Meskipun harga minyak dunia sempat menurun, situasi global yang belum stabil tetap menjadi perhatian. Pemerintah terus melakukan langkah diplomasi bebas aktif dan non-blok untuk memitigasi dampak eskalasi global, termasuk mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel melalui pendekatan Two State Solution, serta berperan sebagai juru damai antara Iran dan Israel-Amerika.
Di tingkat nasional, pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas, seperti memperkuat diplomasi perdagangan dan memberikan subsidi harga minyak. Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying mengingat stok BBM dan LPG nasional yang mencukupi.
Mendekati perayaan Idul Fitri, Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, melibatkan 161.243 personel gabungan dari Polri, TNI, dan stakeholder terkait. Potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang, dan meskipun ada sedikit penurunan dari tahun sebelumnya, tetap perlu diantisipasi. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran operasi, Polri telah menyiapkan 2.746 pos, terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital seperti masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Kapolres juga menjelaskan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama mudik dan balik Lebaran 2026/1447 H. SKB ini mengatur pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, serta pengalihfungsian sementara tempat penimbangan kendaraan sebagai rest area. Personel diimbau untuk memedomani dan mensosialisasikan SKB ini.
Selain itu, untuk kelancaran jalur penyeberangan, akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first come first in. Stabilitas harga dan ketersediaan Bapokting serta BBM juga menjadi perhatian, sehingga monitoring pasokan dan fluktuasi harga akan dilakukan.
Kapolres juga mengingatkan mengenai prediksi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan perkelahian antar kelompok. Patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa akan ditingkatkan, terutama pada titik dan jam rawan. Layanan penitipan kendaraan bermotor di Kantor Kepolisian juga akan disediakan untuk memberikan rasa aman bagi pemudik.
Mengingat prediksi BMKG tentang potensi cuaca berawan hingga hujan lebat di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi menjadi prioritas. Kesiapsiagaan tim tanggap bencana, sarana prasarana pendukung, dan langkah penanganan pra, saat, dan pasca bencana sangat diperlukan.
Strategi komunikasi publik yang baik juga ditekankan untuk memastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan Kepolisian, pesan-pesan Kamtibmas, dan penerapan rekayasa lalu lintas. Optimalisasi layanan Kepolisian 110 diharapkan dapat menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif.
Mengakhiri amanatnya, Kapolres TTS menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel pengamanan gabungan yang telah berpartisipasi dalam mendukung Operasi Ketupat 2026. Beliau menekankan bahwa keberhasilan operasi ini adalah tanggung jawab bersama, dan meminta semua pihak untuk terus meningkatkan soliditas dan sinergisitas guna mewujudkan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".
Kapolres juga mengucapkan "Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan dan Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H" kepada seluruh umat Islam yang merayakan.

Dari pantauan, apel yang ditandai dengan peyematan pita merah tanda operasi kepada perwakilan personil dari Polres TTS, Kodim 1621/ TTS, Dishub , sat Pol PP dan Damkar TTS

Humas Polres Timor Tengah Selatan

