Menjelang Lebaran, Satgas Pangan TTS Intensifkan Operasi Pasar Guna Pastikan Stabilitas Harga

Menjelang Lebaran, Satgas Pangan TTS Intensifkan Operasi Pasar Guna Pastikan Stabilitas Harga

Tribratanewstts.com – Mendekati perayaan Hari Raya Idul Fitri, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) didalam tergabung Polres TTS san instansi terkait Pemda TTS bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar di sejumlah titik strategis di Kota Soe dan sekitarnya. 

Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok serta mengendalikan fluktuasi harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Operasi yang dipimpin langsung oleh jajaran Polres TTS bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) serta instansi terkait lainnya ini menyasar pasar tradisional, gudang distributor, hingga ritel modern. Fokus utama petugas adalah memantau harga "staple foods" atau bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga daging.

Di tengah hiruk pikuk persiapan lebaran, kehadiran Satgas Pangan di lapangan membawa angin segar bagi warga. Berdasarkan pantauan di Pasar Inpres Soe, petugas melakukan dialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kendala distribusi.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan lebaran dengan tenang tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga yang tidak wajar," ujar Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres TTS Ipda Yoki  . Ia menambahkan bahwa sejauh ini stok pangan di wilayah TTS masih terpantau aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasca-lebaran.

Selain mengecek harga, Satgas Pangan juga memberikan peringatan keras kepada para distributor dan oknum pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan barang. Pengawasan ketat dilakukan pada jalur distribusi untuk mencegah adanya permainan harga yang dapat merugikan konsumen.

Petugas tidak segan-segan memeriksa gudang-gudang penyimpanan secara mendetail. Langkah preventif ini diharapkan dapat menutup ruang gerak bagi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi di atas kesulitan masyarakat.